Tech & AI

Tak Sekadar Pakai AI, Mahasiswa Unpad Bangun AI dan Raih Rp4 Juta

5 menit baca—2026-10-01
Tak Sekadar Pakai AI, Mahasiswa Unpad Bangun AI dan Raih Rp4 Juta

JATINANGOR ─────── Di tengah semakin maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu berbagai pekerjaan, tiga mahasiswa justru memilih mengambil langkah berbeda. Mereka membangun produk AI dari awal melalui sebuah startup bernama ChatCraft, yang dikembangkan untuk membantu pelaku usaha mengelola komunikasi dengan pelanggan sekaligus mendukung aktivitas penjualan di media sosial.

Startup tersebut lahir dari Unpadpreneur, sebuah komunitas kewirausahaan yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis dan startup serta memberikan kesempatan pendanaan dari Universitas Padjadjaran. Dalam proses pengembangannya, tim ChatCraft juga mendapat pendampingan dari Rivani Adinegara, S.IP., M.M., D.BA. sebagai dosen pendamping yang memberikan arahan dalam pengembangan ide, strategi bisnis, dan persiapan tim selama mengikuti rangkaian kegiatan Unpadpreneur. narasi di sini...

Tim ChatCraft terdiri atas Rivaldi Nathanael sebagai Chief Executive Officer (CEO), Achmad Faruq Mahdison sebagai Chief Technology Officer (CTO), dan Dian Suryaning Ratri sebagai Chief Marketing Officer (CMO). Ketiganya memiliki peran berbeda dalam membangun startup, mulai dari pengembangan teknologi, pemasaran, hingga komunikasi dan strategi bisnis.

Rivaldi Nathanael berperan sebagai CEO sekaligus pengembang AI ChatCraft sejak tahap awal. Ia mengembangkan sistem AI yang dirancang menjadi jembatan antara manusia dan teknologi, terutama dalam membantu komunikasi antara pelaku usaha dengan pelanggan.

Selain mengembangkan produk, Rivaldi juga berperan dalam komunikasi strategis serta memimpin tim dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Unpadpreneur. Posisi tersebut membuatnya tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga menghubungkan kebutuhan tim, pengembangan produk, dan arah bisnis ChatCraft.

Sementara itu, Achmad Faruq Mahdison menjalankan peran sebagai CTO. Ia bertanggung jawab terhadap sisi teknologi, termasuk membangun website ChatCraft dari awal. Pengembangan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam membangun identitas digital startup sekaligus menyediakan wadah bagi pengguna untuk mengenal produk yang mereka tawarkan.

Di sisi pemasaran, Dian Suryaning Ratri bertugas sebagai CMO. Ia mengembangkan ide-ide kreatif untuk kebutuhan promosi melalui berbagai platform media sosial, seperti TikTok dan Instagram. Konten yang dikembangkan mencakup Reels, Instagram Feeds, hingga desain materi promosi.

Peran Dian tidak berhenti pada pembuatan konten digital. Ia juga terlibat dalam aktivitas penjualan dan promosi secara langsung pada berbagai acara, termasuk kegiatan yang mempertemukan startup dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di JIEXPO.

ChatCraft, Universitas Padjadjaran, Rivani Adinegara, Achmad Faruq Mahdison, Dian Suryaning Ratri, RIvaldi Nathanael
Tim ChatCraft mengembangkan teknologi AI sebagai bagian dari inovasi startup yang dibangun melalui program Unpadpreneur dan mendapat pendanaan dari Universitas Padjadjaran. (Sumber: Dokumentasi Pribadi).

ChatCraft dikembangkan sebagai asisten berbasis AI yang membantu bisnis mengotomatisasi layanan pelanggan dan aktivitas penjualan melalui sejumlah platform digital, seperti Instagram, WhatsApp, dan TikTok. Konsep tersebut memungkinkan komunikasi dengan pelanggan dibuat lebih terstruktur dan konsisten dengan karakter komunikasi sebuah bisnis.

Perjalanan ChatCraft menunjukkan bahwa penggunaan AI tidak selalu berhenti pada posisi sebagai pengguna. Bagi Rivaldi, Achmad, dan Dian, teknologi tersebut justru menjadi sesuatu yang mereka bangun dan kembangkan untuk menjawab kebutuhan bisnis.

Pengembangan ChatCraft juga mendapat bentuk legal melalui pendirian PT Kreasi Digital ChatCraft Indonesia. Berdasarkan dokumen pendirian perseroan yang ditampilkan dalam materi, perusahaan tersebut memiliki kegiatan usaha yang berkaitan dengan aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya serta portal web atau platform digital dengan tujuan komersial.

Pendanaan yang diperoleh melalui ekosistem Unpadpreneur menjadi salah satu modal awal bagi tim untuk mengembangkan ChatCraft lebih jauh. Dukungan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana lingkungan kampus dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengubah ide teknologi menjadi sebuah rintisan bisnis.

Bagi ketiga mahasiswa tersebut, ChatCraft bukan hanya proyek untuk membuat sebuah aplikasi berbasis AI. Pembagian peran antara CEO, CTO, dan CMO menunjukkan proses membangun startup dari berbagai sisi: Rivaldi mengembangkan dan memimpin arah produk, Faruq membangun sisi teknologi dan website, sedangkan Dian mengembangkan pemasaran, desain, konten, serta penjualan.

Blog
Bagikan